mind project

- premiumbloger.

This is default featured post 2 title

.This theme is Bloggerized by mindproject - naughtyinstinct.blogspot.com

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

kembali rapuh,tapi aku ok



andai tidak hadirnya rasa malu,andai prinsipku pun mulai pudar, maka tiada lagi hari esok yang lebih baik dari hari ini dan hari ini lebih baik dari semalam....memalukan, pernah dulu apa yang aku lakukan adalah menangis menangis menangis yang akhirnya air berharga dari kelopak matakupun jatuh sekitar 15 minit,cukup lama bukan hahahah....seperti orang gila yang asyik berdiskusi dengan diri sendiri,jauh di dalam memberi gertakan,dan untungnya kata hati itu wujud dikala aku KEMBALI RAPUH...

"ketika hidup memberi kata TIDAK diatas apa yang kamu inginkan, percayalah Tuhan selalu memberikan kata YA diatas apa yang kamu PERLUKAN" 

Satu hal yang aku selalu lupa bahawa Tuhan sudah mengatur segalanya.Dia tidak akan memberikan ujian jika makhluknya itu tidak mampu mengharunginya ....Tuhan selalu menitipkan penyembuh buat diri  
  

andai esok aku kembali rapuh,sempatkah aku kembali bertaut didahan Mu,andai malu dan prinsipku kembali pudar sempatkah aku kembali mewarnainya.....apabila selalu mendongak aku terlupa untuk tunduk..



Do’a Berbuka Puasa Yang Shahih Untuk Di Amalkan

Seiring bulan suci ramadhan yang akan segera tiba dan hanya tinggal beberapa hari lagi, banyak di antara kita ummat Muslim di malaysia yang menggunakan do’a berbuka puasa yang hakikatnya tidak boleh di amalkan karena hadist – hadist yang meriwayatkannya adalah dho’if / lemah. Seperti halnya do’a berbuka puasa yang lazim bagi kita yaitu “Allahumma Laka Shumtu Wa Alla Rizqika Aftartu dst” hadist yang meriwayatkannya adalah dho’if. Karenanya, saya ingin mengingatkan kepada Akhi / Ukhti sekalian agar lebih memahami Do’a berbuka puasa yang tidak boleh di amalkan dan yang boleh di amalkan, dan berikut pencerahannya :

1. Do’a Berbuka Puasa : “Allahumma Laka Shumna wa ala Rizqika Aftharna, Allahumma Taqabbal Minna Innaka Antas Samiul ‘Alim” penjelasan sebagai berikut :

A). “Dari Ibnu Abbas, ia berkata : Adalah Nabi SAW apabila berbuka (puasa) beliau mengucapkan : Allahumma Laka Shumna wa ala Rizqika Aftharna, Allahumma Taqabbal Minna Innaka Antas Samiul ‘Alim (artinya : Ya Allah ! untuk-Mu aku berpuasa dan atas rizkqi dari-Mu kami berbuka. Ya Allah ! Terimalah amal-amal kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha Mengetahui).

(Riwayat : Daruqutni di kitab Sunannya, Ibnu Sunni di kitabnya ‘Amal Yaum wa- Lailah No. 473. Thabrani di kitabnya Mu’jamul Kabir).

Sanad hadits ini sangat Lemah/Dloif

Pertama :

Ada seorang rawi yang bernama : Abdul Malik bin Harun bin ‘Antarah. Dia ini rawi yang sangat lemah.

   1. Kata Imam Ahmad bin Hambal : Abdul Malik Dlo’if

   2. Kata Imam Yahya : Kadzdzab (pendusta)

   3. Kata Imam Ibnu Hibban : pemalsu hadits

   4. Kata Imam Dzahabi : di dituduh pemalsu hadits

   5. Kata Imam Abu Hatim : Matruk (orang yang ditinggalkan riwayatnya)

   6. Kata Imam Sa’dy : Dajjal, pendusta.

B). Di sanad hadits ini juga ada bapaknya Abdul Malik yaitu : Harun bin ‘Antarah. Dia ini rawi yang diperselisihkan oleh para ulama ahli hadits. Imam Daruquthni telah melemahkannya. Sedangkan Imam Ibnu Hibban telah berkata : munkarul hadits (orang yang diingkari haditsnya), sama sekali tidak boleh berhujjah dengannya.

Hadits ini telah dilemahkan oleh Imam Ibnul Qoyyim, Ibnu Hajar, Al-Haitsami dan Al- Albani, dll.

Periksalah kitab-kitab berikut :

   1. Mizanul I’tidal 2/666

   2. Majmau Zawaid 3/156 oleh Imam Haitsami

   3. Zaadul Ma’ad di kitab Shiam/Puasa oleh Imam Ibnul Qoyyim

   4. Irwaul Gholil 4/36-39 oleh Muhaddist Muhammad Nashiruddin Al-Albani.

2. Do’a Berbuka Puasa : “Allahumma Laka Shumtu Wa Alla Rizqika Aftartu” penjelasan sebagai berikut :

 ”Dari Anas, ia berkata : Adalah Nabi SAW : Apabila berbuka beliau mengucapkan : Bismillah, Allahumma Laka Shumtu Wa Alla Rizqika Aftartu (artinya : Dengan nama Allah, Ya Allah karena-Mu aku berbuka puasa dan atas rizqi dari-Mu aku berbuka).(Riwayat : Thabrani di kitabnya Mu’jam Shogir hal 189 dan Mu’jam Auwshath).

Sanad hadits ini Lemah/Dlo’if

Pertama :

Di sanad hadist ini ada Ismail bin Amr Al-Bajaly. Dia seorang rawi yang lemah.

Imam Dzahabi mengatakan di kitabnya Adl-Dhu’afa : Bukan hanya satu orang saja yang telah melemahkannya.
Kata Imam Ibnu ‘Ady : Ia menceritakan hadits-hadits yang tidak boleh diturut.
Kata Imam Abu Hatim dan Daruquthni : Lemah !
Sepengetahuan saya (Abdul Hakim bin Amir Abdat) : Dia inilah yang meriwayatkan hadits lemah bahwa imam tidak boleh adzan (lihat : Mizanul I’tidal 1/239).
Kedua :

Di sanad ini juga ada Dawud bin Az-Zibriqaan.

Kata Muhammad Nashiruddin Al-Albani : Dia ini lebih jelek dari Ismail bin Amr Al-Bajaly.
Kata Imam Abu Dawud, Abu Zur’ah dan Ibnu Hajar : Matruk.
Kata Imam Ibnu ‘Ady : Umumnya apa yang ia riwayatkan tidak boleh diturut (lihat Mizanul I’tidal 2/7)
Sepengetahuan saya (Abdul Hakim bin Amir Abdat) : Al-Ustadz Abdul Qadir Hassan membawakan riwayat Thabrani ini di Risalah Puasa tapi beliau diam tentang derajad hadits ini
 3. Do’a Berbuka Puasa : “Allahumma Laka Shumtu Wa Alla Rizqika Aftartu” penjelasan sebagai berikut :

“Dari Muadz bin Zuhrah, bahwasanya telah sampai kepadanya, sesungguhnya Nabi SAW. Apabila berbuka (puasa) beliau mengucapkan : Allahumma Laka Sumtu wa ‘Alaa Rizqika Aftartu.”

(Riwayat : Abu Dawud No. 2358, Baihaqi 4/239, Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Suni) Lafadz dan arti bacaan di hadits ini sama dengan riwayat/hadits yang ke 2 kecuali awalnya tidak pakai Bismillah.)

Dan sanad hadits ini mempunyai dua penyakit.

Pertama :

“MURSAL, karena Mu’adz bin (Abi) Zur’ah seorang Tabi’in bukan shahabat Nabi SAW. (hadits Mursal adalah : seorang tabi’in meriwayatkan langsung dari Nabi SAW, tanpa perantara shahabat).

Kedua :

“Selain itu, Mu’adz bin Abi Zuhrah ini seorang rawi yang MAJHUL. Tidak ada yang meriwayatkan dari padanya kecuali Hushain bin Abdurrahman. Sedang Ibnu Abi Hatim di kitabnya Jarh wat Ta’dil tidak menerangkan tentang celaan dan pujian baginya”.

Dan berikut adalah Hadist Hasan tentang Do’a berbuka puasa yang boleh di amalkan :

4. Do’a Berbuka Puasa yang boleh di amalkan: “DZAHABAZH ZHAAMA-U WABTALLATIL ‘URUQU WA TSABATAL AJRU INSYA ALLAH” penjelasan sebagai berikut :

“Dari Ibnu Umar, adalah Rasulullah SAW, apabila berbuka (puasa) beliau mengucapkan : DZAHABAZH ZHAAMA-U WABTALLATIL ‘URUQU WA TSABATAL AJRU INSYA ALLAH (artinya : Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan/urat-urat, dan telah tetap ganjaran/pahala, Inysa allah).

(Hadits HASAN, riwayat : Abu Dawud No. 2357, Nasa’i 1/66. Daruquthni dan ia mengatakan sanad hadits ini HASAN. Hakim 1/422 Baihaqy 4/239) Al-Albani menyetujui apa yang dikatakan Daruquthni.!

Saya (Abdul Hakim bin Amir Abdat) berpandangan : Rawi-rawi dalam sanad hadits ini semuanya orang-orang yang dapat dipercaya (tsiqah), kecuali Husain bin Waaqid seorang rawi yang tsiqah tapi padanya ada sedikit kelemahan (Tahdzibut-Tahdzib 2/373). Maka tepatlah kalau dikatakan hadits ini HASAN.

KESIMPULAN

 * Hadits yang ke 1,2 dan 3 karena tidak syah (sangat dloif dan dloif) maka tidak boleh lagi diamalkan.

 * Sedangkan hadits yang ke 4 karena riwayatnya telah sah maka bolehlah kita amalkan jika kita suka (karena hukumnya sunnah saja).

Jazzakumullahu Kahiraan Katsiron..

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More